KAPETSERAM.COM

BIODATA BAMBANG

STAF KAPET

 

KENAPA  MESTI KAPET

(KAPET SERAM)

 

Oleh : Bambang Sangadji

 

 Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (KTI) merupakan salah satu program prioritas pembangunan yang telah diamanatkan dalam GBHN 1993, yang bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antar wilayah sehingga terwujud pola pembangunan yang berwawasan nusantara.

Dalam rangka pengembangan KTI ini dilakukan berbagai pendekatan pembangunan, antara lain dengan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan (growth centers), mengembangkan kawasan-kawasan khusus dan juga mengembangkan pola kerjasama ekonomi regional. Salah satu upaya pendekatan wilayah yang dilakukan pemerintah adalah dengan menetapkan kawasan-kawasan andalan, yang diharapkan dapat menjadi pusat-pusat pertumbuhan wilayah yang kemudian dapat dijalankan kedaerah-daerah sekitarnya. Dalam kaitan ini, maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) telah ditetapkan sejumlah kawasan tertentu yang disebut Kawasan Andalan. Kawasan Andalan ini secara Nasional berjumlah 111 buah kawasan, dimana 56 kawasan diantaranya terletak di KTI. Di wilayah Maluku telah ditetapkan empat kawasan andalan, yaitu Kawasan Andalan Halmahera Utara – Ternate, Kawasan Kepulauan Sula, Kawasan Buru – Seram dan Kawasan Kei – Aru – Tanimbar.

Untuk mengembangkan Kawasan Andalan sebanyak itu, diperlukan dana yang sangat besar. Oleh karena itu, Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia (DP-KTI) mengambil kebijaksanaan untuk memprioritaskan pengembangan satu Kawasan Andalan yang terdapat disetiap Propinsi di KTI. Untuk itu setiap Propinsi diminta mengajukan satu Kawasan Andalan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayahnya. Untuk maksud tersebut, pemerintah Propinsi Maluku kemudian memilih Pulau Seram, yang kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) dengan KEPPRES Nomor : 165 Tahun 1998 dengan demikian KAPET Seram diharapkan dapat berfungsi sebagai motor dalam upaya memacu dan meningkatkan kegiatan pembangunan, serta dalam rangka memberikan peluang kepada dunia usaha (investor) untuk berperan serta secara lebih luas di Propinsi Maluku.

 

 

 

1.      Karena Kapet berskala wilayah dimana kegiatan ekonomi (bisa) saling bersinergi, sehingga ada win-win solution bagi stakeholdernya.

 

Kapet Seram kedepan diharapkan menjadi kawasan pengembangan ekonomi yang dapat menghidupkan kegiatan investasi bagi wilayahnya serta pada umumnya maluku dan pulau Ambon. Kapet Seram yang kaya dengan potensi baik darat, laut maupun tambang dan wisata, memungkinkan wilayah ini berkembang dengan cepat. Semuanya itu dapat kita capai bila ketersediaan sarana serta sumberdaya manusia kita telah siap menghadapi peningkatan itu. Sarana transportasi salah satunya. Sebagian pulau atau daerah juga sangat sukar untuk bergerak jika sarana ini belum dapat berkiprah secara baik. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang Kapet inilah memungkinkan kita sebagai anak daerah dapat menjalankan apa yang menjadi impian dan misi kita untuk mengembangkan pulau ini. Kapet dalam kiprahnya merupakan jembatan emas bagi daerah untuk dapat langsung berhubungan dengan pemerintah pusat (Baca pada edisi No. 06/I/15-22 Juni 2004 tentang Kapet Seram). Untuk itu melalui Kapet, dapat kita usulkan program untuk melengkapi pelbagai sarana dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan para calon investor untuk berinvestasi di Kapet Seram. Banyak potensi yang kita miliki, namun jika kalau hanya diketahui oleh kita saja, maka semua itu takan bisa dikembangkan. Inilah yang mendorong kita untuk berupaya agar potensi yang berlimpah ini harus kita angkat dan tonjolkan, agar bisa diketahui oleh orang-orang berjiwa bisnis sehingga dapat dimanfaatkan dan dijadikan bahan berinvestasi. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengikuti berbagai pameran yang berskala nasional. Kegiatan semacam ini sudah beberapa kali dilaksanakan dan kami (BP. Kapet Seram) juga merupakan salah satu pesertanya. Potensi Kapet Seram bukan saja diminati oleh pengusaha lokal dan nasional tapi juga oleh pengusaha-pengusaha internasional. Ini dibuktikan dengan keinginan pengusaha Brunai Darussalam dan Jerman agar BP. Kapet Seram bisa melakukan promosi di negerinya, namun karena ketidak mampuan dana yang dimiliki maka tidak dapat dilaksanakan. Semua orang ingin agar P. Seram dapat berkembang minimal seperti P. Ambon tapi angan itu belum dapat kita raih. Untuk mencapai itu semua, kita harus saling mendukung baik itu BP. Kapet Seram dengan Pemda Tingkat I maupun tingkat II (dinas terkait) juga dengan masyarakat yang berada di wilayah Kapet Seram. Kapet merupakan perpanjangan tangan atau alat pemerintah pusat di daerah sehingga melalui Kapet Pemerintah Pusat bisa menentukan langkah atau program apa saja yang harus didahulukan di daerah khususnya wilayah Kapet.  

 

 

2.      Karena Kapet merupakan sarana kebijakan untuk mengembangkan wilayah yang (bisa) mempunyai dampak Nasional dan Lokal, dimana pihak yang peduli secara proaktif dapat mengusahakannya.

 

Menyentuh kehidupan masyarakat di wilayah Kapet merupakan program utama bagi BP. Kapet Seram. Artinya semua investor yang ingin berinvestasi di wilayah ini harus dapat mengikut sertakan masyarakat dalam setiap usahanya. Salah satu program andalan BP. Kapet Seram adalah menciptakan kawasan industri dan kawasan berikat. Jika ini telah terlaksana maka orang akan datang dengan sendirinya di Kapet Seram. Selama ini Seram telah menjadi wilayah penghasil rempah-rempah dan hasil-hasil laut bagi kota-kota besar misalnya Surabaya, Jakarta dan Ujung Pandang. Jika potensi ini kita kelola sendiri tentu banyak anak daerah yang bisa menghidupi dirinya serta keluarganya. Bila di wilayah ini telah berdiri industri perikanan sudah tentu potensi perikanan yang kita miliki tidak lagi dibeli dan dikelola orang lain melainkan mereka hanya bisa membeli hasil yang telah kita kelolah. Sekarang banyak orang luar yang mencari bahan baku di Kapet Seram sehingga hanya mereka yang memiliki bahan baku tersebut yang bisa mendapatkan keuntungan. Ini merupakan tantangan yang harus kita pelajari dan mampu mengubah tantangan itu menjadi peluang. Kita harusnya berupaya untuk mendatangkan bahan baku bukan mensuplay bahan baku. Artinya kita harus memiliki perusahan yang mampu mengelolah bahan baku yang kita miliki ini sehingga orang tidak lagi datang mencari bahan baku di wilayah Kapet Seram karena kebutuhan mereka tapi malah sebaliknya karena kebutuhan mereka sehingga mereka datang menjual bahan baku mereka ke wilayah Kapet Seram. Jika ini terjadi, maka bukan masyarakat yang mempunyai lahan saja yang bisa menikmati hasilnya tapi berdampak juga bagi semua lapisan masyarakat wilayah Kapet bahkan orang dari luar wilayah Kapetpun akan datang mencari kerja di wilayah Kapet. Secara otomatis banyak yang melirik P. Seram sebagai kawasan yang berpotensi besar dan tidak tertutup kemungkinan bagi pengusaha asing melakukan kegiatan investasi di Kapet Seram.  Kondisi semacam inilah yang menjadi program utama BP. Kapet Seram. Namun semua ini dapat tercapai bila kita semua saling mendukung karena BP. Kapet Seram mampu membuat ide dan konsep namun yang melaksanakannya adalah kita semua baik Pemda tingkat I Maluku maupun tingkat II dan masyarakat yang ada di wilayah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Seram (Kapet Seram). 

 

Sseemmoooggaa.....!

 

 

 Next