Nama Proyek : Pengembangan Bioetanol
Sektor : Industri
Lokasi : KAPET Seram
Latar Belakang
Proses produksi dunia yang semakin meningkat mengakibatkan permintaan dunia akan minyak bumi juga meningkat. Sehingga kebutuhan akan bahan bakar yang selama ini digunakan dari bahan bakar fosil/unrenewable energy semakin meningkat. Untuk Indonesia sendiri kebutuhan akan bensin mencapai 44.400 kilo liter/hari. Penggnaan dari berbagai peralatan produksi ini memudahkan berbagai kegiatan dari manusia namun menimbulkan dampak negatif dari hasil pembakaran energi berupa emisi gas buang yang mengandung berbagai zat ataupun limbah yang membahayakan manusia dan lingkungan. Dari tahun ke tahun permintaan akan bahan bakar semakin meningkat dan berkorelasi negative dengan jumlah cadangan energi bumi yang ada, sehingga suatu saat nanti dapat dikatakan akan habis. Disisi lain juga harga bahan bakar dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga memngakibatkan beberapa usaha kecil terpaksa harus dikurangi aktifitasnya atau bahkan dihentikan. Perkembangan teknologi yang ada memungkinkan untuk mengguanakan energi terbarukan/renewable enery yang dapat diproduksi dari berbagai jenis tanaman. Pengembangan ini akan berdampak positif karena merupakan produksi yang ramah lingkungan serta dapat menjadi prime mover dalam mengembangkan berbagai usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan bioetanol dialkukan dengan memanfaatkan bahan baku yang memiliki kadar Karbohidrat : (Pati dan Serat) antara lain Sugarcane, tepung ubi-ubian, sagu, jagung, bagas tebu, sugar palm (Aren, Nipa, Lontar) dll. Beberapa Negara-negara maju antara lain Amerika, Brasil, Uni Eropa, Australia, Colombia, Jerman, Swedia, India dan Thailand telah memulai produksi bioetanol dari bahan Sugarcane dengan kapasitas produksi antara 1 Juta kilo liter – 4,0 miliar gallon per tahunnya. Kesempatan ini didukung dengan ketersediaan bahan bakunya, aren untuk Indonesia = 42.825 Ha: Maluku : tdk tersedia data (± 5000 Ha), Ubi-ubian, sagu (32.000 Ha), Jagung (tersedia).
Tujuan Proyek
Mendorong Invesasi di Bidang Industri, khususnya bIoetanol sebagai bahan bakar pengganti yang ramah lingkungan dan terbarukan.
Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan PAD
Lingkup Proyek Proyek
Terdiri dari 3 Fas yaitu fase (1) Penyiapan peratutan dan Kelembagaan serta administrasi, Fase (2) Penyiapan konstruksi Pabrik dan Instalasi, Fase (3) Produksi dan Distribusi.
Out Come Proyek
Memperbesar basis sumber daya bahan bakar cair Daerah dengan basis perikanan, lautnya tidak tercemar dgn limbah beracun yang berasal dari bahan bakar fosil.
Mengurangi kecenderungan pemanasan global & pencemaran udara.
Meningkatkan kemampuan dan volume produksi barang modal
Menguatkan security of supply bahan bakar
Dampak/Keuntungan Yang di Harapkan
- Meningkatkan kemampuan daerah dan nasional dalam teknologi pertanian dan industri.
Meningkatkan kesempatan kerja Biaya distribusi rendah sehingga harga jual rendah
Mengurangi impor BBM Mengurangi ketimpangan pendapatan antar individu dan antar daerah.
Kelayakan Proyek
Harga jual Bioetanol : Rp.4.650/Liter bensin (1%)
IRR = 22 %
NPV = 1.545.673.519
Net B/C Ratio = 1.48
Pb Period = 38 bln
Kelayakan Teknis Bioetanol
- Peningkatan kinerja mesin (Engine)
- Emisi CO, HC dan Partikulat rendah
- Kadar Etanol, minimal 96 %
- Nilai oktan meningkat
Perkiraan Biaya Proyek
Dengan skala produksi 600 liter Per Hari, 1150 pohon aren adalah : Rp.3.444.500.000
Pengaturan Keuangan
- Investasi Pemerintah
- Joint Venture (Pemerintah Swasta)
- Swasta
Kerajsama
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan KAPET Seram
Pra Feasibility
Study Tersedia |